Senin

Kontemplasi

Saat seseorang berkata, "menyerahlah. Kamu tidak akan mampu." Tujuan perkataannya adalah untuk meruntuhkan mentalmu. Jadi, bukan kemampuanmu yang jadi masalah baginya, tapi keterbatasannya. 

Minggu

Petrikor

Dari mana kamu tahu bahwa kamu kuat jika tidak pernah terluka?
Dari mana kamu tahu bahwa kamu ikhlas jika tidak pernah kehilangan?
Dari mana kamu tahu bahwa kamu berani jika tanpa ketakutanmu?

Kamis

Vice Versa

Aku pergi mengunjungi rumah seseorang. Teman dekat atau mungkin kerabat, begitu aku melabelinya. Sekali dua kali berkunjung membuatku semakin nyaman. Lalu aku berpamitan untuk pulang.

Eksplikatur

Seseorang sedang menangis tersedu-sedu. Melihat sorot matanya, bisa ditebak sedalam apa duri yang menancap di jari lentiknya. Ini bukan tentang seberapa tajam benda yang melukainya. Tapi karena dia terlalu besar menanam harapan agar tidak terluka, agar tidak menangis.

Compliment

Si buta akan hidup dengan rasa wajar jika dunia itu gelap.
Si tuli akan berpikir jika dunia itu memang sunyi.

Manusia terlahir dengan berbagai kondimen yang kompleks. Akan terasa rumit untuk bisa memahami orang lain. Hanya tahu, mungkin iya. Tapi seberapa dalam untuk bisa benar-benar paham?

Sabtu

Skeptis

Tuhan itu Maha Baik. Saat Dia memberimu masalah, sebenarnya itu sudah sepaket dengan jawabannya. Dan baiknya lagi, bentuk jawabannya berupa pilihan ganda. Hanya saja, untuk menemukan dan memutuskan pilihan jawabanmu, perlu dibuat bingung dulu, nangis dulu, marah dulu, kecewa dulu, dan perasaan emosi negatif lainnya.

Rabu

Blurb

Setiap manusia ibarat sebuah buku tebal, tapi masih bersegel. Punya banyak cerita yang bisa dinikmati oleh pembacanya, kalau diperkenankan. Namun, hampir semua akan menampilkan beberapa catatannya di sampul belakang saja yang boleh dibaca.

Kamis

Kuncup yang Layu

Ada senyum merah muda tertutup mendung. Sebuah raut wajah yang ayu jatuh ke bawah ilalang dengan layu. Tak lagi purnama yang ditunggu datang. Tak lagi terbang burung kenari dari dahan cemara.

Senin

Rindu Bambu

 “Aduh, kurang ajar! Minggir sana!” teriak Maryanah sambil melemparkan tubuh Bambu ke lantai agar menjauh dari tumpukan ayam bakarnya.

Bambu terpelanting di lantai dapur, sambil bangkit dia hanya mengeong lirih. Menahan sakit, menahan lapar. Sebelumnya dia membayangkan empuk dan lezatnya satu potong ayam untuk pengisi perutnya yang kosong dari kemaren sore. Padahal biasanya jam segini dia sudah tidur di bangku teras dengan perut yang sudah kenyang.

Jumat

Rentang, Renta, dan Rentah

Saat seseorang datang untuk berkeluh kesah, aku belajar ngerem mulut, lol, untuk mendikte dan atau menghakimi. Aku hanya belajar mengingat apa yang aku butuhkan saat sedang menahan gelisah. Aku hanya belajar mengingat saat seseorang yang kuharapkan dapat memahami, tapi tidak sesuai ekpektasi. Aku hanya belajar mengingat seperti apa rasanya dihakimi saat sedang rapuh. Walau mungkin ga banyak yang bisa aku lakukan, tapi aku punya telinga, bahu, dan waktu yang mampu kupersembahkan dengan baik, itu saja.

Selasa

Lucky or Blessed

Saat aku kanak-kanak, sering kali merasa senang saat mendengar ibu bercerita tentang masa kecilnya. Masa di mana kesulitan menjadi selimut. Dari banyaknya kisah, beberapa sosok-sosok yang beliau kagumi berulang kali masuk ke dalam telingaku. Salah satunya sosok kakek (Alm.). Yang aku masih terngiang sampai saat ini, yaitu nasehat untuk berbuat baik karena sekecil apapun kebaikan yang kita tanam, ga selalu kita yang akan memetiknya. Bisa jadi, anak cucu kita kelak yang akan mendapat kebaikannya.

Kamis

In Question

Ada sebuah pertanyaan yang sudah bertahun-tahun mengendap di pikiran.

Yaitu:
"kenapa untuk sebuah cinta harus ada yang tersakiti?"

Pertanyaan ini timbul setelah dengar dan membaca curhatan tentang kisah cinta segitiga. Ada kisah tunangan yang tiba-tiba hilang, saat datang lagi dengan status baru, yaitu suami dari sahabatnya. Atau pasangan dengan orang ketiganya berasal dari keluarga atau kerabat sendiri. Dan banyak lagi kisah menyakitkan serupa.

Selasa

Degradasi

Makhluk terhebat dan terkuat di muka bumi adalah anak-anak. Hatinya yang mudah memaafkan, jiwanya yang tak melulu mengeluh, fisiknya yang kuat, dll.

Kita pernah ada di masa itu, masa di mana kita jadi makhluk kecil yang tangguh. Terjatuh saat belajar merangkak, tak kemudian membuat kita menyerah. Terluka saat belajar mengayuh sepeda, tak kemudian meratap pada luka yang berdarah. Berkelahi dengan kawan, sesaat kemudian sudah berlari bersama.

Disappointed

Tahun 2007, jadi salah satu pengalaman dalam hidup saya. Dengan dukungan luar biasa, saya "nekat" untuk ikut ajang pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo. Seleksi tahap pertama, Alhamdulillah lolos untuk kemudian langsung masuk ke grand final. Walau cuma bawa predikat "finalis", paling ga ada pengalaman yang terbeli dalam hidup.

"Gak papa, yang penting nambah pengalaman, nambah teman," kata ibu yang terus menyemangati.

Rabu

Untold

Tidak selamanya dunia akan berlaku baik. Tidak selamanya dunia akan berlaku adil. Namun, tidak selamanya dunia akan sejahat itu.

Pada dunia yang semakin ingar bingar, sesekali perlu berkawan pada kesunyian. Pada penduduk bumi yang butuh legitimasi, sesekali perlu untuk tidak berkawan. Pada siapapun, pun pada kumbang yang sengaja bersembunyi di sudut lemari yang gelap itu.

Jumat

Unfinished

Sebatang pohon yang tumbuh saja ada kalanya kuncup bunga gagal bersemi, batang yang sengaja disayat manusia, ataupun buah yang busuk sebelum matang.

Tidak jauh berbeda dengan kisah hidup manusia dengan segala duka dan bahagia yang ada. Saat masa bertumbuh harus berteman yang trauma. Merasa tak dihargai; merasa sendiri; merasa kesalahan yang terjadi adalah akibat dari dirinya; dibanding-bandingkan.

Selasa

Lupa dan Luka



Dalam masa kanak-kanak kita, yang diajarkan di sekolah, yaitu 1+1=2. Namun, beranjak dewasa pemahaman kita lebih mendalam saat segala konflik menenggelamkan kita sampai pada titik lemah.

Mari kita aplikasikan rumus di atas!

"Lupa+lupa=luka" dan "luka+luka=lupa".